20 Awak Kapal Samudera Indonesia disandera Perompak Somalia

kapal indonesia ditahan perompak somalia
Kapal dengan kibaran bendera merah putih asli milik negara Indonesia yaitu MV Sinar Kudus sampai saat ini masih disandera di daerah perairan Teluk Aden, Sabtu 9 April di Somalia. Kapal tersebut ditahan sejak tanggal 16 Maret lalu.

Rencananya, kapal tersebut dalam suatu perjalanan menuju negera Belanda yang membawa barang tambang berupa nikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang bernilai sekitar Rp 1 triliun lebih. Tapi, ketika kapal baru sampai di Laut Merah, kapal MV SInar Kudus dihalau kawanan perompak somalia.

"Salah satu abk, Slamet Riyadi, kini mengalami sakit keras. Posisi kami di pantai timur Somalia, 400 mil dari Mogadishu dan berada di dalam kapal," ungkap kapten kapal, Slamet Juari.

Namun kini nasib pembebasan WNI sebanyak 20 awak kapal itu tak menentu, perompak Kapal MV Sinar Kudus menaikkan permintaan tebusan kepada pemilik kapal, PT Samudera Indonesia, untuk membebaskan 20 awak kapal yang ditahan perompak somalia. Nilai tebusan itu selalu membengkak karena pemilik kapal kian hari tak kunjung membayar tebusan sesuai permintaan perompak.

Pada awalnya, perompak somalia meminta uang tebusan sebesar US$ 2,6 juta, yang selanjutnya dinaikkan menjadi US$ 3,5 juta. "Sementara pihak perusahaan hanya kuat membayar US$ 1.070," kata Yunita (35), istri Masbukhin (37), awak MV SinarKudus asal Kediri, Jawa Timur, Sabtu (9/4).

Yunita mengetahui hal tersebut dari kabar yang ia peroleh dari perusahaan yang telah mengontak suaminya tiga kali. Menurut ibu dua anak itu, beberapa kali suaminya menjalin kontak.

Pada kontak yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi itu, Masbukhin memberikan kabar situasi dan kondisi selama saat ditawan sejak 16 Maret 2011 pukul 14.27 WIB."Di sana ada 20 awak kapal yang kesemuanya dari Indonesia. Saat ini situasinya semakin kritis karena ketersediaan air bersih, makanan, dan bahan bakar sudah menipis," ujar Yunita, menceritakan kabar terakhir dari suaminya, Kamis (7/4).

MV Sinar Kudus yang membawa muatan kargo berisi ferronikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju kota Rotterdam, Belanda. Kapal dibajak di daerah semenanjung Somalia. Berdasarkan ungkapan kapten kapal, perampok ini juga dilengkapi dengan berbagai senjata api otomatis.


Silakan komentar

Disqus Comments