{ 4 komentar}

Maling sandal Polisi, AAL dianiaya dan penjara selama 5 tahun

mencuri sandal
Palu, pemuda berinisial AAL yakni seorang pelajar yang masih mengenyam bangku sekolah menengah kejuruan tersebut harus pasrah menerima vonis hakim yaitu kurungan penjara selama 5 tahun dengan tuduhan mencuri sandal seharga Rp.30.000 milik Brigadir Polisi Satu Ahmad Rusdi Harahap. Selain vonis tersebut, terdakwa juga dikabarkan sempat dianiaya oleh anggota Polri. Selama persidangan, terdakwa didampingi oleh 15 pengacara yang merasa terpanggil.

Sebagian kalangan menilai sangsi yang diberikan hakim sangat tidak adil, sebab perkara yang dinilai masih bisa diselesaikan dengan cara damai tersebut harus dihukum dengan dengan kurungan 5 tahun, sedangkan para koruptor yang sangat merugikan negara dan masyarakat banyak masih bisa bersenang-senang bahkan berpergian ke luar negeri menggunakan hasil korupsinya tersebut sebagai uang saku. Ayah AAL juga sempat meminta supaya kasus anaknya itu dapat dipertimbangkan lagi secara seksama dan benar-benar memenuhi rasa keadilan.


"Masih banyak kasus lain yang lebih besar dan merugikan masyarakat. Tetapi kenapa hanya sepasang sandal jepit yang katanya dicuri anak saya, tetap saja berlanjut," kata Yohannes Budiman Napat SH, kuasa hukum, menirukan ucapan ayah anak tersebut, Kamis (22/12) di Palu.

Sebagai salah satu warga negara Indonesia, saya memang mengakui kesalahan yang dilakukan AAL itu, namun saya juga sangat menyayangkan dengan keadilan hukum di negara tercinta ini yang masih simpangsiur menangani kasus korupsi. Mencuri sendal dihukum sangat berat padahal bisa dengan cara damai, sedangkan kasus-kasus besar lainnya masih belum terungkap. Saya sangat berharap keadilan hukum dapat diterapkan sebaik-baiknya.




Silakan share (copy paste) kembali di blog/web Anda dengan menyertakan link ke blog ini. Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat untuk Anda.

Artikel Terkait:

{ 4 Komentar,dibacaya}

Anonim mengatakan...

Brigadir Polisi Satu Ahmad Rusdi Harahap. sya menyediakan toko sandal buat ente gratis..hah saya paling paham sberapa tebal kantong seorang Brigadir Polisi Satu Ahmad Rusdi Harahap.

Anonim mengatakan...

Brigadir Polisi Satu Ahmad Rusdi Harahap juga polisi yang lain, jangan banyak tingkah keadilan nanti akan segera terbuka, amat mudah bagi Alloh untuk memberikan keadilan kepada ente semua. Allo maha pemurah masih memberikan waktu kepada ente untuk segera bertobat.

DREAMROOM203 mengatakan...

peraturan nggateli

jujur mengatakan...

menyebarkan berita bohong
pasti ada balasannya

Silahkan berkomentar Ya..

Sebagai orang bijak, biasakan berkomentar setelah membaca isi blog :) Silakan masukkan komentar terbaik Anda.