Bocoran Formasi “Mengerikan” John Herdman: Intip Prediksi Starting XI Garuda di ASEAN Cup 2026!

Squad timnas Indonesia kontra Bahrain

Bagaimana John Herdman meracik skuad Timnas Indonesia? Simak prediksi formasi 3-4-2-1 dan susunan pemain kunci dari Jay Idzes hingga Ragnar Oratmangoen.

Ini adalah ulasan yang paling dinantikan untuk membedah bagaimana John Herdman akan menyusun kepingan puzzle pemain diaspora dan lokal ke dalam satu sistem yang mematikan.

Berdasarkan rekam jejaknya di Kanada, Herdman sangat menyukai fleksibilitas antara formasi 3-4-2-1 (saat menyerang) yang bisa berubah menjadi 5-4-1 (saat bertahan).

Berikut adalah prediksi Starting XI “Impian” John Herdman untuk ASEAN Cup 2026 versi saya.

Filosofi Taktik: Fleksibilitas Tanpa Batas

John Herdman bukan pelatih yang kaku.

Ia menyukai pemain yang bisa mengisi dua hingga tiga posisi sekaligus. Dalam analisis saya, Herdman diprediksi akan menggunakan pakem 3-4-2-1.

Formasi ini memberikan keseimbangan antara pertahanan yang kokoh (dengan 3 bek tengah) dan daya ledak sayap yang tinggi.

Urgensi dari formasi ini adalah penguasaan lini tengah dan pemanfaatan Half-Space.

Herdman ingin timnya dominan dalam penguasaan bola, namun tetap tajam saat melakukan serangan balik kilat.

Optimisme kita adalah melihat aliran bola yang lebih mengalir dari kaki ke kaki dengan dukungan pemain-pemain yang memiliki intelegensi ruang tinggi.

Baca juga: Intip 5 Pemain Kunci yang Bakal “Meledak” Bersama John Herdman di ASEAN Cup 2026!

Prediksi Susunan Pemain (Starting XI)

Kiper: Maarten Paes Di bawah mistar, Maarten Paes tetap menjadi pilihan utama.

Kemampuannya dalam shot-stopping dan akurasi umpan jarak jauh (build-up) sangat cocok dengan gaya Herdman yang ingin serangan dimulai dari kiper.

Trio Bek Tengah (The Wall): Rizky Ridho – Jay Idzes (C) – Justin Hubner Jay Idzes akan menjadi jenderal lapangan tengah.

Rizky Ridho di kanan dan Justin Hubner di kiri memberikan kombinasi antara kedisiplinan posisi dan keberanian melakukan intercept agresif.

Trio ini adalah tembok beton yang akan sangat sulit ditembus penyerang ASEAN.

Wingback (Duo Dinamis): Sandy Walsh (Kanan) & Nathan Tjoe-A-On (Kiri) Sandy Walsh memberikan stabilitas di kanan, sementara Nathan Tjoe-A-On diprediksi akan memerankan peran Inverted Wingback yang sering menusuk ke tengah untuk membantu distribusi bola.

Gelandang Tengah (The Engine Room): Thom Haye & Ivar Jenner Duo ini adalah otak permainan.

Thom Haye sebagai pengatur tempo (Deep-lying Playmaker) dan Ivar Jenner sebagai penyeimbang yang memutus serangan lawan.

Kehadiran mereka memastikan Indonesia memegang kendali lini tengah.

Gelandang Serang/Winger: Marselino Ferdinan & Ragnar Oratmangoen Keduanya akan bermain sedikit di belakang striker utama.

Mereka diberi kebebasan oleh Herdman untuk mengeksploitasi Half-Space lawan.

Marselino dengan kreativitasnya dan Ragnar dengan militansi serta drible tajamnya akan menjadi motor serangan utama.

Striker Tunggal (The Finisher): Rafael Struick Struick diprediksi akan menjadi pilihan karena mobilitasnya yang tinggi.

Ia bukan tipe striker yang diam di kotak penalti, melainkan sering turun ke bawah untuk menjemput bola, menciptakan ruang bagi Marselino atau Ragnar untuk masuk mencetak gol.

Baca juga: Jadwalnya Padat, Bisakah John Herdman Panggil Diaspora ke ASEAN Hyundai Cup 2026?

Analisis Cadangan Strategis

Herdman juga dikenal pintar memanfaatkan pergantian pemain.

Nama-nama seperti Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, dan Ramadhan Sananta akan menjadi “senjata cadangan” yang siap memberikan dampak instan jika pertandingan menemui kebuntuan.

Sananta khususnya, akan menjadi opsi jika Herdman ingin bermain lebih direct dengan mengandalkan duel udara di menit-menit akhir.

Baca juga: Senjata Rahasia John Herdman: Mengubah Gemuruh GBK Jadi “Teror Mental” yang Bikin Lawan Gemetar!

Kesimpulan: Skuad Terkuat dalam Sejarah Secara kualitas, ini adalah Starting XI terkuat yang pernah dimiliki Indonesia di ajang regional.

Tantangan bagi John Herdman hanyalah masalah chemistry dan waktu kumpul tim yang singkat. Namun, dengan profil pemain yang mayoritas sudah bermain bersama di kualifikasi Piala Dunia, adaptasi harusnya tidak menjadi kendala besar.

Mari kita nantikan kejutan taktik apa yang akan benar-benar diturunkan Herdman pada laga perdana 18 Juli nanti!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*