Hasil Drawing ASEAN Cup 2026: Indonesia Masuk “Grup Neraka”, John Herdman Siap Duel Taktik Lawan Vietnam!

Hasil Pengundian Group Piala AFF 2026

Peta kekuatan ASEAN Hyundai Cup 2026 resmi terbentuk! Indonesia di Grup A bersama Vietnam, sementara Thailand dan Malaysia bersaing di Grup B. Simak analisis kekuatan di grup neraka.

Panggung Drama Asia Tenggara Resmi Terbentang

Gairah sepak bola tanah air kembali meledak setelah hasil drawing ASEAN Hyundai Cup 2026 resmi diumumkan di Jakarta kemarin.

Jujur saja, saat melihat bola undian menempatkan Indonesia satu grup dengan Vietnam, detak jantung saya seolah berpacu lebih cepat.

Sebagai penulis, saya merasa inilah momen yang kita tunggu-tunggu: ujian sesungguhnya bagi revolusi mental yang dibawa pelatih baru kita, John Herdman.

Urgensinya sangat nyata, kita tidak punya waktu untuk bersantai karena persaingan tahun ini terlihat sangat timpang sekaligus menantang.

Kita sering merasa sakit hati karena terhenti di langkah terakhir, namun melihat komposisi grup saat ini, optimisme saya justru membubung tinggi.

Kenapa? Karena di bawah asuhan Herdman, Indonesia tidak lagi datang sebagai tim yang berharap keberuntungan, melainkan sebagai predator yang siap menerkam.

Pembagian Grup ASEAN Hyundai Cup 2026

Berikut adalah komposisi lengkap hasil drawing yang akan menentukan nasib sebelas negara kontestan:

Grup A:

Grup B:

  • Thailand
  • Malaysia
  • Filipina
  • Myanmar
  • Laos

Grup A: Reuni Panas dan Jebakan “Grup Trik”

Di mata saya, Grup A adalah “Grup Trik”. Di sini ada Vietnam yang selalu menjadi rival abadi dengan permainan kerasnya.

Pertemuan Indonesia vs Vietnam dipastikan akan menjadi magnet trafik dan emosi terbesar di fase grup. Baca juga Head to head 5 pertemuan terakhir Indonesia vs Vietnam.

Namun, jangan sekali-kali meremehkan Singapura; mereka sering kali menjadi “batu sandungan” saat kita terlalu fokus memikirkan Vietnam.

John Herdman harus sangat jeli melihat jadwal. Bermain melawan Vietnam di tengah fase grup menuntut kebugaran fisik ekstra bagi pemain diaspora kita.

Saya menganalisis bahwa Herdman akan menggunakan laga pembuka melawan pemenang play-off untuk memantapkan skema high-pressing sebelum menghadapi tembok beton pertahanan Vietnam yang terkenal sangat alot.

Grup B: Jalur Sunyi Sang Gajah Perang

Beralih ke Grup B, Thailand sebagai juara bertahan tampak berada di jalur yang relatif lebih “aman”, meskipun ada Malaysia yang siap menerkam.

Thailand diprediksi akan melenggang mulus jika mereka mampu menjaga konsistensi permainan positional play khas Masatada Ishii.

Malaysia, di sisi lain, harus bekerja ekstra keras untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar bayang-bayang di bawah dominasi Thailand.

Baca juga: Simulasi Mencekam Indonesia vs Vietnam: Strategi “Jalur Tikus” Herdman vs Tembok Beton Golden Star, Siapa Tumbang?

Filipina dan Myanmar akan menjadi kuda hitam yang sangat merepotkan di Grup B.

Bagi saya, siapa pun yang keluar dari Grup B sebagai juara dan runner-up adalah lawan yang setara bagi Indonesia di semifinal.

Namun, konsentrasi kita saat ini harus 100% terkunci pada bagaimana cara menumbangkan Vietnam untuk memastikan status juara Grup A dan menghindari Thailand lebih awal.

Peta Kekuatan: Keunggulan Kolektif Indonesia

Secara objektif, saya melihat peta kekuatan kali ini mulai bergeser.

Indonesia kini memiliki keunggulan kolektif berkat kehadiran para pemain diaspora yang merumput di Eropa.

Secara taktik, kita lebih modern; secara fisik, kita lebih kokoh. Pain point kita selama ini, yaitu mentalitas saat bertemu tim “nakal” seperti Vietnam, diprediksi akan terkikis dengan hadirnya ketegasan John Herdman di pinggir lapangan.

Vietnam sendiri sedang dalam masa transisi, yang merupakan celah besar bagi kita untuk mengambil alih dominasi.

Sementara itu, Singapura mulai mengandalkan regenerasi pemain muda yang cepat.

Jadi, meskipun kita diunggulkan, setiap laga di Grup A adalah final.

Tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun jika impian membawa pulang trofi ingin kita wujudkan tahun ini.

Menanti Tangan Dingin Herdman

Hasil drawing ini adalah lembaran pertama dari buku sejarah yang sedang ditulis oleh John Herdman.

Saya sangat menantikan bagaimana ia meracik pemain lokal berbakat seperti Rizky Ridho dengan pemain berkelas seperti Jay Idzes untuk menghadapi keroyokan tim-tim ASEAN.

Keyakinan saya tetap satu: dengan persiapan yang matang dan dukungan luar biasa dari Anda semua, fase grup ini hanyalah anak tangga pertama menuju podium juara.

Baca juga: Dari Nol ke Piala Dunia, Mengenal John Herdman, Sang Spesialis “Penghancur Kutukan” yang Kini Melatih Garuda!

Mari kita kawal terus perjalanan Garuda dari laga pertama hingga partai puncak.

ASEAN Hyundai Cup 2026 harus menjadi milik kita, dan hasil drawing kemarin adalah genderang perang yang sudah mulai ditabuh.

Saatnya kita berhenti menjadi pengamat kesuksesan negara lain, dan mulai menjadi saksi kejayaan negeri sendiri di tanah Asia Tenggara.

Menurut kawan-kawan, grup mana yang menurut kalian paling “mengerikan”? Apakah grup A tempat Indonesia berada, atau grup B yang dihuni sang juara bertahan? Yuk, bagikan analisis kalian di kolom komentar!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*