Masterclass Serigala Putih! Korea Selatan “Dikolongin” Uzbekistan: 624 Passing Percuma, Efektivitas Jadi Raja
Riyadh – Sepak bola itu bukan cuma soal siapa yang paling lama pegang bola, tapi siapa yang paling pintar memanfaatkan peluang. Malam ini, Uzbekistan U23 (The White Wolves) memberikan pelajaran berharga itu langsung di depan muka raksasa Asia, Korea Selatan U23.
Bertanding di Prince Faisal Bin Fahd Stadium dengan cuaca Riyadh yang bersahabat (24°C), Selasa (13/1/2026), Uzbekistan sukses membungkam Taegeuk Warriors dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tapi sebuah pernyataan tegas: Uzbekistan adalah calon kuat juara, dan Korea Selatan punya PR besar soal efektivitas.
Jalannya Pertandingan: Tiki-Taka Semu vs Serangan Kilat
Babak pertama berjalan agak membosankan bagi fans Uzbekistan. Korea Selatan di bawah asuhan Lee Min-Sung memegang kendali penuh. Statistik babak pertama didominasi operan-operan pendek Korea.
Namun, masuk babak kedua, pelatih Uzbekistan Ravshan Khaydarov melakukan perjudian jenius. Ia menarik keluar dua pemain sekaligus saat jeda. Hasilnya? Instan!
Menit 47 (Gol Kejutan):
Baru dua menit babak kedua berjalan, pertahanan Korea yang dikawal Lee Hyun-Yong lengah. Behruzjon Karimov sukses mencuri momentum dan mencetak gol pembuka. 1-0! Mental Korea langsung goyah.
Menit 70 (Hukuman Kedua):
Niat hati ingin menyamakan kedudukan dengan memasukkan Lee Chan-Ouk, Korea malah kebobolan lagi. Pemain pengganti Uzbekistan, Saidumarkhon Saidnurullaev, membuktikan kelasnya sebagai super-sub dengan mencetak gol kedua. Skor 2-0 bertahan hingga wasit Qasim Al-Hatmi meniup peluit panjang.
Statistik “Gila”: Korea Ompong, Uzbekistan Mematikan
Coba perhatikan tabel di bawah ini. Ini adalah definisi “Efektivitas Membunuh Dominasi”.
| Statistik Utama | Uzbekistan U23 (Pemenang) | Korea Selatan U23 (Kalah) |
| Skor Akhir | 2 | 0 |
| Penguasaan Bola | 33% | 67% |
| Total Umpan | 311 | 624 |
| Umpan Akurat | 229 | 531 |
| Total Tendangan | 8 | 6 |
| Tendangan ke Gawang | 4 | 1 |
| Pelanggaran | 15 | 5 |
Analisis Mahrin:
Lihat jumlah umpan Korea: 624 kali! Itu dua kali lipat lebih banyak dari Uzbekistan. Tapi lihat Shot on Target-nya: Cuma 1 biji.
Artinya apa? Korea cuma muter-muter bola di tengah tanpa tahu cara menembus tembok pertahanan Uzbekistan yang dipimpin Giyosjon Rizakulov. Sebaliknya, Uzbekistan cuma butuh 33% bola untuk bikin 4 peluang emas. Sadis!
Kunci Kemenangan: Pergantian Pemain yang “Magis”
Kredit khusus harus diberikan kepada pelatih Uzbekistan, Ravshan Khaydarov. Keputusannya memasukkan Saidumarkhon Saidnurullaev di awal babak kedua adalah kunci. Pemain ini masuk, mengubah tempo, dan mencetak gol.
Sementara itu, pergantian pemain Korea (masuknya Jang Seok-Hwan dan Kang Min-Jun) tidak memberikan dampak signifikan selain menambah angka statistik penguasaan bola.
Nasib Kedua Tim: Sama-Sama Lolos, Beda Nasib
Meski kalah, Korea Selatan boleh bernapas lega. Di pertandingan lain, Lebanon hanya menang tipis 1-0 atas Iran (total poin 3).
Dengan hasil ini, Uzbekistan melaju ke babak selanjutnya dengan status Juara Grup C yang gagah perkasa (belum terkalahkan). Korea Selatan menemani sebagai Runner-up.
Klasemen Akhir Grup C Piala Asia U-23 2026:
| Pos | Tim | Main | Poin | Status |
| 1 | Uzbekistan | 3 | 7 | LOLOS (Juara Grup) |
| 2 | Korea Selatan | 3 | 4 | LOLOS |
| 3 | Lebanon | 3 | 3 | GUGUR |
| 4 | Iran | 3 | 2 | GUGUR |
Insight Penutup
Kekalahan ini jadi “alarm bahaya” buat Korea Selatan. Kalau main di babak gugur nanti masih letoy di depan gawang seperti malam ini, siap-siap saja angkat koper lebih cepat. Buat Uzbekistan? Beware, Serigala Putih sedang lapar-laparnya!
Gimana menurut kalian fans K-Wave? Apakah Korea cuma lagi sial atau emang taktiknya udah kebaca? Tulis di kolom komentar ya!
Source image: Youtube Official iNews

Tinggalkan Balasan