Mau Nonton Timnas tapi Bingung Taktiknya? Pahami “Kamus Rahasia” John Herdman Agar Makin Pro Saat ASEAN Cup 2026!

John Herdman Pelatih Timnas Indonesia Terbaru

Kuasai istilah taktik modern John Herdman di Timnas Indonesia. Dari High-Pressing hingga Half-Space, Mahrin Sultan membedah istilah bola agar fans makin paham cara main Garuda.

John Herdman adalah pelatih yang sangat modern, dan istilah-istilah ini akan sering muncul di ulasan media maupun konferensi persnya.

Menikmati Sepak Bola dengan Kacamata Baru

Pernahkah Anda mendengar komentator atau pengamat sepak bola menyebut istilah asing yang terdengar keren tapi bikin dahi berkerut?

Sebagai penulis, saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk naik kelas. John Herdman bukan pelatih yang asal “tendang lari”.

Dia punya filosofi yang sangat spesifik, dan memahami istilah yang dia gunakan akan membuat pengalaman kita menonton Timnas menjadi sepuluh kali lebih seru.

Urgensi memahami taktik ini adalah agar kita tidak mudah menghujat pemain tanpa tahu instruksi pelatih yang sebenarnya.

Seringkali pemain terlihat “diam” padahal mereka sedang menutup ruang, atau terlihat “buang bola” padahal itu adalah bagian dari skema pembersihan area.

Dengan optimisme tinggi, mari kita bedah satu per satu “bahasa bola” ala pelatih kita yang baru ini.

1. High-Pressing: “Napas Tua” Bagi Lawan

Istilah ini mungkin yang paling sering Anda dengar. High-pressing adalah strategi di mana John Herdman meminta pemain depan dan tengah untuk langsung menekan lawan sejak mereka memegang bola di area pertahanan mereka sendiri.

Tujuannya? Memberikan tekanan mental dan fisik agar lawan melakukan kesalahan operan di area berbahaya.

Pain point dari taktik ini adalah stamina. Jika fisik pemain kita tidak prima, high-pressing akan menjadi bumerang karena meninggalkan lubang besar di lini tengah dan belakang.

Namun, di bawah Herdman, saya melihat pemain kita mulai dilatih untuk melakukan pressing secara cerdas (zonal), bukan asal lari mengejar bola seperti ayam kehilangan induk.

2. Half-Space: Jalur Tikus yang Mematikan

Bayangkan lapangan sepak bola dibagi secara vertikal menjadi lima bagian: dua sayap, satu tengah, dan dua jalur di antara sayap dan tengah.

Jalur di antara itulah yang disebut half-space. Di mata John Herdman, ini adalah area paling mematikan.

Kenapa? Karena di area ini, bek lawan sering bingung: “Siapa yang harus menjaga pemain ini?”.

Herdman sering meminta pemain seperti Marselino Ferdinan atau Ragnar Oratmangoen untuk bergerak di area half-space ini.

Dari sini, mereka bisa memberikan umpan terobosan atau melakukan tembakan langsung dengan sudut yang lebih sulit diantisipasi kiper lawan.

Jika Anda melihat pemain kita sering “ngumpet” di antara bek tengah dan bek sayap lawan, itulah tanda mereka sedang mengeksploitasi half-space.

3. Inverted Wingback: Bek Sayap yang Jadi Gelandang

Ini adalah tren taktik modern yang sering diterapkan Herdman.

Biasanya, bek sayap (seperti Pratama Arhan atau Nathan Tjoe-A-On) bertugas lari di pinggir lapangan.

Namun, dalam sistem inverted wingback, mereka justru diminta masuk ke area tengah saat tim sedang menguasai bola.

Tujuannya adalah menambah jumlah pemain di lini tengah agar kita menang jumlah (overload) saat membangun serangan.

Ini akan membuat lawan kesulitan merebut bola karena lini tengah kita menjadi sangat padat.

Jadi, jangan heran jika nanti Anda melihat bek sayap kita tiba-tiba ada di lingkaran tengah lapangan; itu bukan karena mereka salah posisi, tapi itu adalah instruksi cerdas dari Herdman.

4. Tactical Periodization: Rahasia Kebugaran Garuda

Istilah ini lebih ke arah manajemen latihan. Herdman adalah pakar dalam tactical periodization, yaitu metode latihan di mana aspek taktik, fisik, dan mental digabung dalam satu sesi.

Tidak ada lagi latihan lari keliling lapangan tanpa bola yang membosankan.

Semua latihan menggunakan bola dan disesuaikan dengan situasi nyata di pertandingan.

Saya menganalisis bahwa metode ini adalah solusi bagi pemain diaspora kita agar tetap bugar meskipun jadwal ASEAN Hyundai Cup 2026 sangat padat.

Dengan latihan yang efisien, risiko cedera bisa ditekan dan pemain selalu berada dalam kondisi “siap tempur” baik secara logika taktik maupun kekuatan otot.

Inilah yang membuat saya yakin tim asuhan Herdman akan tampil stabil dari laga pertama hingga final.

5. Low-Block: Tembok Kokoh Saat Diserang

Meski Herdman suka menyerang, dia juga sangat memperhatikan pertahanan.

Low-block adalah istilah saat tim menumpuk banyak pemain di area pertahanan sendiri dengan jarak antar pemain yang sangat rapat.

Strategi ini biasanya digunakan saat kita sudah unggul atau saat menghadapi lawan yang jauh lebih kuat seperti Thailand di menit-menit akhir.

Tujuannya bukan sekadar “parkir bus”, tapi membuat lawan frustrasi karena tidak ada ruang untuk memberikan operan terobosan.

Kedisiplinan dalam menjaga jarak dalam formasi low-block ini akan menjadi ujian bagi bek-bek kita.

Jika kita bisa melakukan low-block dengan sempurna, kemenangan tipis 1-0 pun akan terasa sangat manis dan aman.

Gimana, kawan-kawan? Sekarang sudah tidak bingung lagi kan kalau nanti ada ulasan taktik di televisi? Memahami istilah-istilah ini membuat kita jadi pendukung yang lebih cerdas dan berkelas. John Herdman punya senjatanya, dan kita punya pemahaman untuk menikmatinya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*